Tuesday, March 19, 2019

MULIANYA SEORANG GURU


Guru mempunyai kedudukan yang tinggi, bahkan guru atau pendidik disamakan dengan ulama yang sangatlah dihargai kedudukannya. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Mujadalah ayat 11 : “ Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Guru adalah sosok yang dihormati, karena (1) memiliki ilmu yang bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda :  “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya  kecuali 3 perkara : Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya”. Guru yang ikhlas mendidik dan mengajar peserta didiknya, ilmu yang disampaikan tidak akan terputus sepanjang masih terus diamalkan oleh peserta didiknya, meskipun si guru tersebut telah meninggal dunia. Dalam hal ini yang harus diperhatikan guru adalah kebenaran ilmu yang diberikan, jangan sampai terjadi salah konsep, karena akan sangat berbahaya, jika terjadi salah konsep maka kesalahan juga akan terus diamalkan oleh peserta didiknya, ini jelas akan menjadi dosa bagi sang guru. (2) mendapat derajat yang tinggi di sisi Alloh SWT. Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu (guru), Rosulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu dengki kecuali pada 2 orang (yaitu) seorang yang telah Allah SWT datangkan padanya sebuah hikmah lalu ia mengerjakannya dan mengajarkannya serta seorang yang telah Allah SWT datangkan padanya sebuah harta lalu ia mengusahakannya atas kebinasaan dalam kebenaran”. Kita tahu bahwa dengki adalah salah satu penyakit hati yang harus kita hindari, tapi dengki dalam hal ini adalah dengki terhadap kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada orang lain, sedangkan terhadap orang yang berilmu dan mau mengamalkan ilmunya, kita boleh mendengkinya dalam artian kita ingin menjadi sosok seperti dia, yaitu orang yang mempunyai ilmu dan mengamalkan ilmunya itu.
Kedudukan guru begitu mulianya sehingga seorang guru harus benar-benar menjaga martabatnya, berperilaku baik dan selalu menjadi suri tauladan atau contoh yang baik di setiap perkataan dan tindakannya. Guru harus selalu belajar untuk meningkatkan kompetensinya, gerakan literasi di sekolah bisa menjadi sarananya. Kegiatan literasi tentu tidak hanya ditujukan kepada siswa tetapi juga gurunya. Pojok baca guru menjadi menjadi salah satu solusi, sekolah harus memfasilitasi kegiatan ini. Di SMP N 1 Jatinom Kabupaten Klaten kegiatan ini sudah dilakukan, yaitu dilaksanakan 1x dalam seminggu di hari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah.
                             Kegiatan pojok baca guru

ZONASI SEKOLAH PADA PPDB 2019

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019 dipastikan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya, meskipun pada tahun sebelumnya juga sudah menerapkan sistem zonasi, tetapi pelaksanaannya masih terdapat banyak permasalahan utamanya berkaitan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang banyak disalah gunakan. Tahun ini diharapkan akan lebih baik pelaksanaannya.
Melalui Permendikbud No. 51 Tahun 2018, pada pasal 16 dinyatakan :
Pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui 3 jalur, yaitu zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali. Jalur zonasi paling sedikit 90% dari daya tampung sekolah, jalur prestasi paling banyak 5% dari daya tampung sekolah, sedangkan jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak 5% dari daya tampung sekolah. Peserta didik hanya boleh mengambil salah satu dari ketiga jalur tersebut. Besarnya kuota melalui jalur zonasi menunjukkan bahwa pemerintah menginginkan pemerataan kompetensi, anak-anak pintar tidak lagi mengumpul di salah satu sekolah yang biasa disebut sebagai sekolah favorit, tetapi anak-anak pintar akan menyebar ke semua sekolah, sehingga harapannya tidak ada lagi sekolah favorit, sekolah tidak favorit, tetapi semua sekolah favorit.
Besarnya kuota jalur zonasi ini harus diantisipasi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi permasalahan-permasalahan di lapangan. Pada pasal 18 ayat 2 Permendikbud tersebut, dijelaskan bahwa domisili calon peserta didik yang masuk dalam zonasi suatu sekolah tertentu ditunjukkan dengan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan PPDB. Pada ayat 3 dijelaskan kartu keluarga dapat diganti dengan surat keterangan domisili dari rukun tetangga atau rukun warga yang dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat yang menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili.
Untuk mengantisipasi permasalahan pada tahun sebelumnya dengan banyaknya penyalahgunaan SKTM untuk peserta didik tidak mampu, pada tahun ini diharapkan tidak akan terjadi lagi. Hal ini bisa dilihat pada pasal 19 Permendikbud tahun 2018 tersebut yang menyatakan, kuota paling sedikit 90% untuk jalur zonasi sudah termasuk di dalamnya peserta didik tidak mampu dan/atau anak penyandang disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif (ayat 1). Pada ayat 2 dijelaskan peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu harus dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, bahkan di ayat 3 dijelaskan bahwa orang tua/wali peserta didik wajib membuat surat keterangan yang menyatakan bersedia diproses secara hukum, apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
Sehingga melalui penerapan permendikbud No 51 tahun 2018 ini diharapkan pelaksanaan PPDB tahun 2019 akan berlangsung lebih baik, terjadi pemerataan siswa berprestasi dan permasalahan peserta didik tidak mampu, yaitu penyalahgunaan SKTM tidak terjadi lagi.

SEKOLAH SANTUN


Krisis karakter di jaman melenium seperti sekarang ini sangat meresahkan kalangan orang tua wali murid. Informasi yang tidak bisa terbendung lagi, menjadikan anak-anak kita mengetahui informasi-informasi yang semestinya tidak boleh dimengerti, seperti pornografi, kekerasan dan tindak pidana lainnya. Separoh bahkan lebih waktu anak di siang hari ada di sekolah, sehingga peran sekolah sangat penting mengatasi permasalahan ini.
Pendidikan budi pekerti di sekolah menjadi solusi yang tepat menjawab permasalahan ini, permasalahannya dalam struktur kurikulum pendidikan budi pekerti menyatu dengan mapel pend agama yang alokasi waktunya hanya 3 jam per minggu, tentu ini sangat kurang. Bagaimana sekolah menjawab permasalahan ini. Memang benar tanggung jawab mendidik anak tidak hanya dibebankan pada sekolah saja, pendidikan di keluarga menjadi prioritas pertama untuk dilakukan, juga oleh masyarakat. Tetapi kita sebagai insan pendidikan yang berada di sekolah harus menjawab permasalahan ini.
Sekolah santun menjadi alternatif jawaban yang jitu mengatasi permasalahan ini, dengan terus menghimbau pihak keluarga dan masyarakat tetap ikut mengawasi dan mendidik anak anak kita sehingga ada sinergi semua fihak untuk kebaikan dan masa depan anak-anak kita.
Pada kurikulum 2013 sebenarnya telah memulai mengatasi permasalahan ini, dengan regulasi kriteria kenaikan kelas yang ada dalam buku panduan penilaian berdasarkan permendikbud no 23 tahun 2016 yang salah satunya mengatakan untuk bisa naik kelas nilai sikap minimal baik. Tinggal Bp Ibu guru yang melaksanakan pebelajaran di kelas, harus selalu mengamati perilaku dan sikap peserta didik dengan menggunakan jurnal perkembangan sikap untuk mencatat perlaku menonjol dari peserta didik, baik perilaku menonjol baik, maupun perilaku menonjol buruk. Pada akhir semester jurnal perkembangan sikap ini akan direkap oleh wali kelas dari semua guru mapel dan guru BK kemudian diseskripsikan dan dilaporkan dalam raport yang akan disampikan kepada orang tua peserrta didik
Sekolah santun dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan yang mengasah emotional question (EQ) dan spiritual question (SQ), misalnya melalui kegiatan 5S (senyum sapa salam sopan santun) Jumat dzikir seperti yang diterapkaan di SMP N 1 Jatinom Kabupaten Klaten.
                                   Kegiatan 5 S

                                    Kegiatan Jumat dzikir




KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEORANG KEPALA SEKOLAH

Kepemimpinan transformasional adalah gaya yang banyak disukai pemimpin, karena diasumsikan dapat menghasilkan hasil di luar dugaan (Bass dan Burns dalam Marzano, dkk., 2005).  Menurut Bass dan Burns pemimpin transformasional membentuk “hubungan stimulasi timbal balik dan mengubah pengikut menjadi pemimpin dan dapat mengkonversi pemimpin menjadi agen moral”.  Bass  ( dalam Marzano, dkk., 2005) mengidentifikasi empat faktor ciri perilaku pemimpin transformasional yang diistilahkan Four I’s transformational leadership, yaitu : (1) pertimbangan individual, (2) stimulasi intelektual, (3) motivasi inspirasional, dan (4) pengaruh ideal. Oleh Bass dan Avolio (dalam Marzano, dkk., 2005)  Four I’s transformational leadership ini merupakan keterampilan yang diperlukan kepala sekolah saat mereka menghadapi tantangan abad 21.
Sebagai contoh, pemimpin sekolah harus hadir untuk kebutuhan dan memberikan perhatian secara pribadi kepada individu staf, terutama mereka yang tampaknya ditinggalkan (pertimbangan individu). Pendekatan secara pribadi ini tentu dalam rangka mendengar permasalahan yang dihadapi staf dalam menjalankan tugasnya, sehingga kepala sekolah harus punya kecerdasan mendengar, yaitu mau mendengar permasalahan staf, memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Teknik ini tentu sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi staf, karena merasa dihargai dan dimotivasi yang pada akhirnya akan membawa dampak baik terhadap prestasi sekolah. Pendekatan yang dilakukan pimpinan ini harus pendekatan yang manusiawi, artinya penuh dengan kesantunan, tidak dengan kemarahan, dengan bahasa yang lembut, tidak sombong dan menghargai staf.
Kepala Sekolah yang efektif harus membantu anggota staf memikirkan masalah lama dengan cara baru (stimulasi intelektual). Untuk bisa berprestasi warga sekolah harus punya semboyan hari esok harus lebih baik dari hari ini, sehingga setiap saat harus mau belajar untuk bisa menghasilkan kerja/karya yang lebih baik dari sebelumnya. Dalam hal ini kepala sekolah bisa menciptakan slogan yang bisa memotivasi semua warga sekolah, misalnya : 3S, super tim, semua penting, semua belajar. Super tim, semua warga sekolah harus satu tujuan, yaitu meningkatnya prestasi sekolah, yang ditandai dengan meningkatnya prestasi peserta didik melalui kerja bersama dan sukses bersama. Secara operasional semua program sekolah, baik bidang akademik, maupun non akademik harus bermuara pada meningkatnya prestasi peserta didik. Super tim yang satu tujuan tentu akan fokus, ibarat aliran air sungai, dari banyak cabang sungai menyatu menjadi satu sungai yang besar tentu aliran air yang terjadi akan kuat dan dahsyat menerjang semua rintangan yang menghalangi hingga sampai ke hilir (tujuan). Semua penting mengandung maksud, semua komponen sekolah berperan sama pentingnya dalam memajukan sekolah, tentunya sesuai dengan tupoksinya masing-masing, sehingga dalam hal ini kepala sekolah harus memahami benar tugas dan fungsi masing-masing komponen sekolah dan melakukan monitoring dan evaluasi semua program sekolah secara terencana dan berkesinambungan. Mulai dari penjaga sekolah sampai kepala sekolah mempunyai program kerja yang jelas. Konsep ini juga akan membawa kenyamanan semua warga sekolah, karena merasa dihargai,  kehadirannya sangat diperlukan sehingga akan membawa iklim kondusif terhadap pembelajaran di sekolah. Pendekatan secara manuasiawi dari kepala sekolah terhadap semua komponen sekolah menjadi kunci kenyamanan tersebut. Kepala sekolah harus bersikap adil terhadap semua komponen sekolah. Dengan menghapus konotasi paling penting dan tidak penting dari semua komponen sekolah ini, diyakini akan memudahkan menerapkan rasa keadilan  di tengah warga sekolah. Semua belajar, siapapun personil sekolah, mulai dari kepala sekolah sampai penjaga sekolah, semua harus punya motivasi yang kuat untuk selalu belajar, tidak mungkin hari esok lebih baik dari hari ini tanpa belajar, kepala sekolah harus memberikan contoh nyata dalam hal ini, yaitu selalu belajar baik di perpustakaan sekolah atau di ruang IT. Kepala sekolah juga harus melengkapi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar ini, ingat belajar tidak hanya dilakukan oleh peserta didik, tetapi semua warga sekolah, misalnya dengan membentuk pojok ruang guru. Belajar memang wajib hukumnya sejak kita lahir sampai meninggal, sehingga tidak ada alasan untuk tidak selalu belajar. Jika ini benar-benar dilaksanakan maka akan tercipta sekolah pembelajar, karena semua warga sekolahnya haus belajar, dan ini diyakini akan cepat mengantarkan peserta didik untuk meraih prestasi yang cemerlang.
            Melalui kehadiran yang kuat dan dinamis Kepala Sekolah yang efektif harus berkomunikasi dengan harapan yang tinggi bagi guru dan siswa (motivasi inspirasional). Kepala sekolah harus membangun komunikasi yang sehat dengan semua warga sekolah, dan memberikan motivasi standar tinggi dalam melaksanakan tugas, hasil pekerjaan tiap komponen sekolah diupayakan selalu maksimal dan sempurna, misalnya kepada guru, kepala sekolah harus selalu mendorong guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu mendidik dan mengajar peserta didik sehingga peserta didik benar-benar faham apa yang dipelajarinya. Kepala sekolah harus senantiasa melakukan pengawasan terhadap kegiatan belajar guru ini, melalui kegiatan supervisi akademik, kepala sekolah dapat membantu guru mengatasi kelemahannya dalam membawakan pembelajaran di kelas, akan lebih baik lagi jika dilakukan supervisi klinis, yaitu guru mempunyai inisiatif memperbaiki proses pembelajarannya dengan meminta kepala sekolah membatu mengatasi permasalahannya. Tahapan yang harus dilakukan kepala sekolah dalam melakukan supervisi akademik terhadap guru adalah : (1) Pra Observasi, kepala sekolah mengobservasi perangkat perencanaan pembelajaran, utamanya rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan guru dan dengan komunikasi langsung, kepala sekolah memberikan masukan dan pengarahannya terhadap RPP yang telah disusun guru agar pelaksanaan pembelajaran nanti dapat berlangsung dengan baik, utamanya dalam penggunaan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang akan digunakan, (2) Observasi, kepala sekolah mengamati secara langsung pembelajaran guru di kelas, dan mencatat dalam lembar observasi semua tahapan kegiatan guru selama pembelajaran di kelas berlangsung, (3) Pasca observasi, kepala sekolah melakukan refleksi bersama guru berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan kepala sekolah memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang sudah baik dan memberikan penguatan terhadap hal-hal yang masih kurang, sehingga dalam kegiatan tindak lanjut guru diagendakan melakukan pembelajaran dengan perbaikan-perbaikan pada hal-hal yang masih kurang.
Jika kepala sekolah selalu hadir di tiap kesulitan yang dihadapi semua komponen sekolah dalam menjalankan tugasnya dan memberikan solusi, maka prestasi sekolah dipastikan akan selalu meningkat.
            Akhirnya, melalui prestasi pribadi dan karakter menunjukkan, kepala sekolah yang efektif harus memberikan model untuk perilaku guru (pengaruh ideal).  Kepala sekolah sebagai top leader menjadi orang pertama yang harus berakhlak mulia, bisa menjadi contoh yang baik dan benar dan dapat membimbing semua warga sekolah untuk bersikap yang baik dan benar pula. Pendekatan agama menjadi solusi yang jitu untuk hal ini. Semua warga sekolah harus mengamalkan kehidupan beragamanya dengan baik.  

Monday, May 17, 2010

BatikRamahLingkungan4






Inilah motif-motif lain dari Batik Klaten. Ini baru sebagian yang saya upload. Masih banyak motif lain yang belum sempat saya upload.

BatikRamahLingkungan3






Ingin tampil trendy dalam berbusana tetapi tetap dapat menjunjung tinggi budaya bangsa sekaligus ramah lingkungan? Kenakan batik Klaten dengan pewarna alam yang cantik. Penggunaan pewarna alam tentu sangat baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dalam proses produksinya tidak berbahaya terhadap lingkungan.
Gambar-gambar di atas adalah jenis batik canting, yaitu batik tulis asli dengan pewarna alam. Bagi anda yang ingin memilikinya bisa berhubungan dengan saya, Haryanto (HP : 081329252881) dengan harga Rp. 250.000 per potong ukuran standar (210Cm). Masih banyak tersedia motif lain.
Tersedia pula paduan cap dengan tulis dengan motif-motif yang sama tentu dengan harga yang lebih murah, yaitu hanya Rp. 125.000 per potong.
Ada juga jenis doby dengan kain agak tebal dengan motif yang beragam pula. Dijual dengan harga Rp. 150.000 per potong

Sunday, May 16, 2010

BatikRamahLingkungan2






Ingin tampil trendy dalam berbusana tetapi tetap dapat menjunjung tinggi budaya bangsa sekaligus ramah lingkungan? Kenakan batik Klaten dengan pewarna alam yang cantik. Penggunaan pewarna alam tentu sangat baik terhadap lingkungan, karena limbah yang dihasilkan dalam proses produksinya tidak berbahaya terhadap lingkungan.
Gambar-gambar di atas adalah jenis batik canting, yaitu batik tulis asli dengan pewarna alam. Bagi anda yang ingin memilikinya bisa berhubungan dengan saya, Haryanto (HP : 081329252881) dengan harga Rp. 250.000 per potong ukuran standar (210Cm). Masih banyak tersedia motif lain.
Terdedia pula paduan cap dengan tulis dengan motif-motif yang sama tentu dengan harga yang lebih murah, yaitu hanya Rp. 125.000 per potong.